Kuliner Khas Jogya Manuk Londo di Cupuwatu Resto

Yang hobi kuliner atau yang suka coba-coba aneka rerasa makanan yang khas dan unik, Bismillahirrahmaanirrahiim Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogya bisa jadi salah satu alternatif  yang patut dipertimbangkan. Lantas apa sih daya magic yang dimiliki Resto yang berlokasi di Komplek Grand Cupuwatu Jl. Solo KM. 11,8 Kalasan, Yogyakarta ini? Pada penasaran apa penasaran pakai banget?

Menu andalan dari Restoran di Yogyakarta ini adalah MANUK LONDO atau lebih tenar dengan istilah MALON atau Burung Bule. Dari namanya saja sudah mencari perhatian kan ya? Setidaknya, saya sendiri langsung KEPO pas baca sebutan MANUK LONDO, “ Ini menu makan kok aneh banget ya?”. Kata LONDO kan menyiratkan unsur western tuh. Tapi jangan su’udzon dulu dengan berpikir jika raw materialnya impor dari eropa lho ya.  Sebenarnya penamaan LONDO ini didasarkan pada negeri asal muasal jenis unggas yang seukuran burung merpati tersebut, yaitu Perancis dengan nama asli Franch Quail. Varian unggas ini kemudian dibudidayakan di Yogyakarta oleh PT. Peksi Gunaraharja, mulai dari penetasan telur, pakan, pemotongan, hingga pengolahan lanjutan menjadi menu-menu malon yang lezat memikat cita rasa di lidah.
Tampak depan Resto Cupuwatu dan Wujud MALON
Hemmm, seriuskah memikat cita rasa di lidah? Tentunya, minimal pernah mencicipi dong kalau bisa bilang demikian?

Dalam rangka Blog Writing Competition ON the Spot yang diseleggarakan oleh Cupuwatu Resto, mengundang blogger untuk bergabung dalam acara test food dan beverage kemudian membuat tulisan bertemakan Manuk Londo dan Cupuwatu Resto. Jadinya peserta yang hadir, termasuk saya diberi kesempatan untuk mencicipi sajian menu yang ada di Cupuwatu Resto. Mekanismenya setiap peserta diminta memilih satu jenis menu makanan dan minuman saat acara sembari melakukan postingan at the moment at the place. Ngikk ngokk…ini mah tantangan baru sekaligus pertama kali bagi saya? Secara kalau nulis biasanya butuh bersemedi agar dapat wangsit untuk ditulis. Lha ini, harus bikin postingan as fast at the moment is conducting.

Then here I Am, At Cupuwatu Resto bersama 50 lebih blogger di kawasan Jogya dan sekitarnya. Saat registrasi kedatangan dan kemudian ditawari untuk memilih menu, saya tertarik dengan Malon Halilintar karena terlihat dari namanya pasti rasanya pedas menyambar dengan spektakuler. Eh lhaaa, menu tersebut ternyata sudah habis dengan sukses. Demikian juga Malon ala Peking yang juga running out dengan sukses. Ya sudahlah, bergantilah pada menu Malon BBQ kan menarik juga tuh namanya. Eaaaa… at last minute, menu yang ini pun sudah keduluan habis pula. Dengan hati ikhlas dan sukarela, Malon Bumbu Kuning yang akhirnya saya pilih dan minuman Es Teler Cupuwatu.
MALON bumbu Kuning
Paket berat banget tuh, secara pas berangkat sudah sarapan (di sesi jelang makan siang) dari rumah. Meski demikian, saya tetap bisa menikmati rasa khas kuliner yang mengangkat menu utama Manuk Londo ini.

Mau tahu rasa khasnya seperti apa?
Satu porsi yang berisikan satu ekor utuh Malon Bumbu Kuning dihidangkan dengan nasi putih, sambel bawang dan lalapan (dua slice ketimun, 1 slice tomat, 1 lembar selada).  Untuk Malonnya dimasak ungkep dengan bumbu kuning, sehingga rasanya gurih dan empuk banget bahkan sampai tulangnya pun renyah lho? Makanya dengan terpaksa paket yang menurut saya ukuran besar ini perlu dihabiskan sekalian dengan Es telernya sehingga bikin jadi seger sambil nulis. Lha gimana gak dihabiskan, wong rasanya, wong rasa bumbunya bener-bener meresap sampai ke tulang, lapisan dagingnya empuk, gurih..dan macth  dengan Tagline yang digunakan yaitu: Mmmm…hhh MANUK LONDO memang BESAR dan TAHAN LAMA Lezatnya. Rasa dagingnya jelas beda banget dengan daging-daging dari jenis unggas yang banyak beredar di wisata kuliner. Untuk ukuran, sepertinya sekira burung dara deh.
Selain 4 jenis Variasi olahan Malon: Halilintar, ala Peking, BBQ dan Bumbu Kuning yang sudah saya sebutkan, masih ada sajian menu Malon lainnya yang tak kalah kelezatannya yaitu menu Malon dengan sentuhan citarasa khas Kuliner Jogya sebagai kota Gudeg: Gudeg Malon dan Gudeg Kendil Malon. Masakan Gudeg yang khas Jogya dan Malon yang tahan lama lezatnya, hemmmm….it’s make true taste Jogya Culinery.  
Ah iya, Cupuwatu Resto ini juga melainching menu Malon untuk skala party atau keperluan hajatan yaitu Malon Sego wiwit dan Malon nasi kebuli yang bisa membuat tetamu akan terpesona dengan sajian istimewa Malon ini deh. Manuk Londo dan Cupuwatu Resto semakin melengkapi Kuliner Khas Yogyakarta pokoknya

Malon Sego Wiwit
MALON Kebuli
Bagaimana dengan kualitas menu Manuk Lando ini?
Soal kualitas, langsung bisa merujuk pada keberadaan logo HALAL yang dimiliki oleh Cupuwatu Resto. Dari simbol ini, otomatis memberikan informasi mengenai kualitas dan jaminan mutu yang bisa membuat para pecinta kuliner lebih confidence dan khusyuk dalam menikmati aneka sajian menu Manuk Londo ini. Karena suatu jenis produk yang telah dilakukan sertifikasi HALAL berarti memiliki: Sistem Jaminan Halal dan TIM Internal Auditor HALAL.

More than that, suatu jenis produk dan atau rumah makan/restauran mencantumkan label HALAL, maka jaminan mutunya adalah meliputi: Adanya komitmen dalam menerapkan GMP (Good Manufacturing Practise) dan  semua elemen yang terlibat dalam menghasilkan end produk yang diedarkan (diperdagangkan): mulai asal dan jenis bahan baku utama, pengolahan, tempat produksi, cara penyimpanan, peralatan, distribusi, sanitasi, dan semua unsur pendukungnya memiliki JAMINAN bebas dari hal-hal yang tidak halal. Dan ketika label HALAL sudah dimiliki, maka pasca issued sertifikat Halal akan ada follow up monitoring dan pemantauan secara rutin, yaitu:
  1. Inspeksi ke Sarana Produksi, dilakukan untuk memantau konsistensi perusahaan dalam penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik (GMP) sekaligus pemantauan label halal
  2. Inspeksi ke Sarana Distribusi, meliputi: agen/distributor, hypermarket/supermarket/ minimarket/ swalayan/toko/warung/kios dan inspeksi dilakukan terutama untuk pangan olahan yang sudah berlabel halal. 
Faktanya: Franch Quail yang jadi bahan baku utama kan dibudidayakan oleh PT. Peksi Gunaraharja, yang notabene satu management dengan Cupuwau Resto tersebut, mulai pakan, pembibitan, pemotongan, dan pengolahan berada dalam satu mata rantai yang telah mendapatkan sertifikasi Halal.

Selain itu, daya saing Burung Bule  ini juga ditunjukkan oleh kandungan Gizi yang bisa ditunjukkan dari hasil uji laboratoris dari Laboratorium Pangan Hasil Ternak, Fakultas Peternakan UGM yang menunjukkan kandungan Protein yang lebih tinggi dari Bebek dan kandungan kolesterol lebih rendah dari Bebek.
Hemm…apalagi ya? 
Yayayaa….the price of course, tentu point ini merupakan salah satu variable yang penting untuk diinformasikan juga agar bisa membuat perencanaan yang klik ketika menentukan tujuan wisata kuliner khususnya saat di area Yogyakarta. Dibawah price list untuk menu utama Manuk Londo:
  • Malon BBQ: Rp. 27.500,-
  • Malon ala Peking: Rp. 27.500,-
  • Malon Bumbu Kuning: Rp. 27.500,-
  • Malon Bakar Klaten: Rp. 27.500,-
  • Malon Halilintar: Rp. 27.500,-
  • Mie Malon: Rp. 23.500,-
  • Gudeg Malon: Rp. 27.500,-
  • Gudeg Kendil Malon: Rp. 110.000,-
Secara rata-rata, bisa dibilang rate menu di Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogya ini cukup ramah untuk isi dompet. Lha satu porsi Malon itu cukup besar lho, saya harus memaksakan diri menghabiskannya saat test food tersebut. Lha rasanya yang Mmmm…hhh MANUK LONDO memang BESAR dan TAHAN LAMA Lezatnya, kan sangat sayang jika tak dihabiskan. Jadiii…..maksud saya, beli satu porsi Malon itu sangat bisa jika hendak disantap berdua, selain bisa lebih iritisasi kan bisa meningkatkan level keakraban, apalagi jika suami-istri kan menjadi set point untuk romantis: makan sepiring berdua, hehehhe. Jika menginginkan menu Non MAnuk Londo, di Cupuwatu resto ini juga tersedia menu-menu lainnya yang juga makslurrppp lezatnya dan harganya juga rata-rata friendly untuk wisata kuliner merakyat kok.

Nah, suasana menyantap menu Malon yang gayeng menjadi bikin betah karena tata ruang resto yang nyaman dan dilengkapi dengan free WIfi, sehingga menikmati makanan bisa lebih gayeng lagi deh. Bagi yang buta arah dan rute jalan seperti saya, tetap bisa dengan mudah menemukan lokasi resto ini yang sangat strategis jadi karena di NOL meter Jalan Raya Solo. Jika naik angkutan umum, bisa dijangkau dengan Trans Jogya, naik taxi juga tak perlu muter-muter untuk menemukan keberadaan Cupuwatu Resto tempat Kuliner Khas Jogya ini kok. Kalau dari lokasi tempat tinggal saya, Tridadi ke Cupuwatu Resto, cukup 30-an menit perjalanan (Noted: naik kendaraan sendiri dan tak ada kemacetan di rute sekitar Jombor)
Lay out ruangan Resto
Dan berdasarkan info dari PR resto, sajian malon ini belum ada ditempat lain lho? Apalagi pelayanannya sudah menerapkan sapa, salam, senyum dan dengan ramahnya cepat tanggap untuk menyajikan menu yang kita pesan. Nah, semakin isimewa kan sajian menu Malon ini?

Dan jika boleh memberi sedikittt saran, akan lebih touching and more impression jika nama asli Manuk Londo yang digunakan dalam tagline nama menunya. Dengan penyebutan nama Franch Quail, estimasi pecinta kuliner menjadi tidak bias dan bisa meminimalkan statement yang jamak kita dengar ketika seseorang dengan antusias memilih jenis kuliner yang namanya unik/nyleneh tapi ternyata isi menunya ya Eaaalaaahhh….ternyata...bla…bla..

After All, 
Dari sisi harga, jaminan keamanan pangan, kandungan gizi, lokasi resto, sistem pelayanan, bisa disimpulkan jika menu Manuk Londo yang merupakan menu andalan di Cupuwatu Resto, recommended untuk dipertimbangkan dalam daftar wisata kuliner Khas Nusantara, khususnya di Daerah Yogyakarta. 

Bagi yang sibuk atau ingin menikmati menu Malon tanpa harus keluar rumah/kantor, Cupuwatu Resto juga melayani Delivery Order lho? Just call 0274 – 4469262 dan…..daging malon yang Mmmm…hhh MANUK LONDO memang BESAR dan TAHAN LAMA Lezatnya siap dihantarkan ke tempat anda.

Masih ingin tahu lebih lengkap menu yang ada Cupuwatu Resto, silahkan check dulu di www.cupuwaturesto.com


Tulisan ini diikutkan dalam Blog Writing Competition 
yang diselenggarakan oleh Cupuwatu Resto


 Facebook | Twitter | Instagram | Linkedin 



17 comments:

  1. Namanya unik kuliner manuk londo ini, membuat penasaran orang untuk mengkonsumsinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg penasaran, segera merapat ke cupuwatu resto

      Delete
  2. ehmmm....maknyus banget kayanya manuk londo nya yea, kapan sempet maen ah ke cupuwatu...:D
    tutur mendo'akan semoga artikel ini jadi pemenang kontesnya...aaamiiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Di catet mang, klo pas jogya sempatin kuliner cupuwatu yaaa

      Delete
  3. uwaaa...banyak ya variasinya,penasaran sama malon halilintar hehe...oke,kayaknya kalo ke jogja harus kesini deh,catettt^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasyiiiik, nti klo ke jogya jgn lupa ajak2 sy ke cupuwatu yauw

      Delete
  4. saya juga jadi kepo rasa manuk londo ini hehe

    ReplyDelete
  5. ngebayangin rasanya jadi ngiler. dulu aku kecil juga pernah makan daging burung merpati. nah malon ini gimana ya...
    trus lihat harganya.....bersahabat banget.tambah ngiler deh. coba dekaat ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harga msh ttp jd pertimbangan utk kuliner

      Delete
  6. bikin ngileer, keren tempat makannya ya:-)

    ReplyDelete
  7. Manuk Londo po asale seko Londo kono? Jan aneh2 XD

    ReplyDelete
  8. Weh, njaluk mbak'e. rosone penak tenan iki panganane, gawe keluen wae.. hehehe

    ReplyDelete
  9. Shwood continues its reinvention of classic eyewear styles with the “Oswald,” new for Spring 2011. Handcrafted in Portland, Oregon, the Oswald’s timeless sunglass hut “P3″ styling adds a look of distinction to Shwood’s growing line of unique wooden eyewear. The Oswald is offered in the ever-popular zebrawood along with bvlgari mens sunglasses European walnut, a new addition to the range of sustainably-harvested woods. As the brand continues to follow its tagline “Experiment with Nature,” you can expect d&g sunglasses mens continued innovation in the growing niche of wooden accessories. These are now available online from shop.shwoodshop.com, as well as Continuing its recent string of limited d&g sunglasses aviator editions, SUPER releases the Vincenzo, another slender-framed member of the brand’s extensive roster. Limited to only a select few accounts, this special release offers a karen walker sunglasses nz handcrafted frame using long-forgotten techniques from the ‘70s that combine havana and tortoise acetates, lending authentic old school kudos to the design. Italian-made, the Vincenzo police sunglasses feature top-notch materials and construction with the undisputed top quality of Carl Zeiss lenses. For those interested, they are now available through the SUPER online how much are spy sunglasses store.
    Trussardi celebrates its 100th anniversary with a special pair of sunglasses due to release in conjunction with the Pitti Uomo in Florence. Featuring a versace sunglasses “pilot” style frame, the shades follow a traditional Trussardi 1911 formula with a green camouflage print implemented throughout the frame and onto Carl Zeiss lenses. louis vuitton round sunglasses Only 750 units were produced with a price set at €590 via Trussardi.As the weather begins to warm up and the sun’s blaze intensifies,

    ReplyDelete

Berkomentar ataupun silent reader, tetap terima kasih telah singgah di Serat Pelangi. Tapi harap maklum jika komentar bersifat SPAM atau mengandung link hidup tidak akan dipublish ya...So, be wise and friendly.