Cerita Cinta Ceria Hp Pertama

Pengalaman punya HP pertama kali? So Bismillahirrahmaanirrahiim WOW pakai banget. Secara untuk bisa memiliki HP pertama kala itu penuh perjuangan dan pengorbanan, maklum saat itu HP masih merupakan barang tersier yang harganya mahal, at least buat saya yang baru bekerja dan gaji bulanan di bawah $100 *Lebay, pakai satuan Dollar* dengan asumsi nilai Dollar sekarang lho ya?. HP pertama yang saya beli adalah NOKIA 3330, dimana secara hitungan harga cukup masih mahal. HP pertama NOKIA 3330 yang bergenre GSM 900/1800 dengan layar monochrome warna silver dan berat 133g, yang cukup luxury-lah di masa itu tapi jadul poll kalau dibandngkan dengan aneka produk henpon era kini. Dalam Setidaknya dua bulan gaji harus saya ikhlaskan untuk membeli HP tersebut plus sim cardnya juga masih kisaran harga 300 Ribu. Saya nekad dan nggagas tho kok beli HP dengan harga di atas THP ~ Take Home Pay? Jika flash back the story behind-nya ya keputusan saya untuk membeli HP kala itu bukan sekadar demi fashion. Wong dibandingkan sama teman-teman, saya termasuk yang terbelakang beli HPnya. Dan di masa itu….*cieee, berasa jaman Flinston* harga HP masih mahal-mahal kan? Saat semua teman kerja sudah berHaPe, saya masih keukeuh bertahan live without HP hampir setahun. Modal sesekali pinjam sekaligus minta pulsa untuk sms jika sangat-sangat butuh berkomunikasi,  kirim sms dengan pesan sesingkatnya: Maksimal 160 Karakter.
Gambar dari en.wikipedia.org
Lantas gimana rasanya saat bisa beli HP pertama kali itu? 
Yang pertama, yaaaa.....nyeseklah…lha gaji dua bulan [kurang dikit sih] saya wujudkan dengan sebentuk barang yang kalau dijual kembali harganya pasti lebih murah, terus secara kontinyu saya juga harus memberi ‘nafkah’ pula?
Yang kedua, excited karena finally saya bisa merasakan hidup di abad modern secara lebih lengkap. Hehehehe…maksudnya gini, rata-rata teman kerja dan kuliah sudah pada punya HP. Lha jadi gimana gettu saat belum punya HP. Dari aspek kebutuhan komunikasi, juga awesome karena komunikasi bisa jadi lebih lancar meski seringnya hanya via SMS yang cukup dengan RP. 350,- setiap SMS. Sebelum punya HP, kan saya kudu ke wartel dulu jika ada perlu bicara sama saudara-saudara saya bertebaran di se-antero pulau Jawa. Selain gak efektif, pulsa SLLJ kan terbilang masih mahal tho? Jadinya dengan punya HP, bisa menghemat cost untuk komunikasi. Selain itu, interaksi dengan teman-teman sekolah/kuliah juga bisa lebih sering daripada sebelumnya yang via surat, YMan atau email duang pas ke warnet. Ya maklum, belum ada Facebook, Twitter, Whatsapp, LINE, Kakao Talk, ETC.
Yang Ketiga, menyamarkan status Jomblo. Ceritanya gini, ketika itu saya dan kedua teman kerja di Lab. Banyuwangi [saat itu masih berlokasi di Muncar] sama-sama masih new comer di dunia kerja dan sama-sama belum ada yang punya pacar. Kedua teman saya tingal di mess dan sesekali saya nimbrung nginep di mess pula. Nah, tiap kami sama-sama di mess iseng-iseng nyalain ringtone HP secara bergantian dalam jeda waktu sekira satu jam. Awalnya sih, ketimbang sepi jadi asal-asalan nyalain ringtone HP. Eh, ternyata Pak BOS yang tinggal di rumah dinas [sebelahan dengan mess] mencermatinya dan menyimpulkan jika kami bertiga sering di telpon oleh pacarnya masing-masing. Demikian beliau bercerita saat di kantor ke teman-teman lainnya. Ya kami bertiga hanya bisa tersenyum simpul dan baru ketawa ngakak saat masuk di ruang Laboratorium, whahahahahaha…

Rekam Jejak HP Pertama saya, NOKIA 3330 dulu - saat ini?
Kalau saat ini, NOKIA 3330 tersebut sudah beristirahat dengan tenang sejak dua tahun lalu. Kata mbakyu ipar, HP Pertama saya itu dengan berat hati harus di-kotak-kan setelah beberapa kali terjatuh dan akhirnya tak bisa lagi diservis, andai bisa diperbaiki, ongkosnya bisa untuk beli baru. Kan sekarang dengan uang dua ratusan ribu sudah bisa beli HP baru tho? Tapi setidaknya, sekitar sepuluh tahun HP NOKIA 3330 tersebut telah menorehkan jejak sejarah dengan penuh cinta

Sekitar dua tahun HP Pertama saya yang semiripan dengan Nokia 3310 itu saya gunakan dan tidak pernah rewel dan battrynya juga tahan lama. Lantaran ingin memotivasi keponakan yang kelas 3 SMA, saya pun menjanjikan HP pada Wiwit jika dia bisa masuk PTN dan bisa meraih IPK tiga, dimana HP tersebut akan saya berikan jika sudah menginjak semester 3. Saya tahu si Wiwit memang bersungguh-sungguh belajar karena ingin keterima di FKU dan bukan semata-mata demi mendapatkan hadiah HP dari saya. Al kisah, meski ‘lewat’ dari filter FKU, Wiwit keterima di Farmasi UNAIR. Maka berpindahlah si Nokia 3330 tersebut ke tangan Wiwit, sedangkan saya mendapatkan ganti Nokia 8310 [semoga gak salah ingat] dari kakak saya. Al kisah cerita cinta ceria selanjutnya, Wiwit lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan, dia pun meng-copas gaya saya untuk memotivasi Adiknya. Singkat cerita, Nokia 3330 kemudian digunakan oleh Aris sampai dia lulus kuliah dan kemudian diberikan pada Ibunya [kakak ipar saya] dan akhir cerita cinta cerita menyertai HP Pertama saya pun usai sekira dua tahun lalu. 

HP yang kedua, beralur setipe dengan HP Pertama, yaitu saya jadikan janji motovasi buat keponakan yang lainya lagi, Andri. Nokia 8310 itu pun saya berikan ke Andri saat dia menginjak semester 3 di UNDIP tapi ending HP ynag kedua ini tragis: hilang dengan sukses.
HaPe yang ada saat ini.
Sedangkan saya sendiri, selain HP Pertama dan kedua yang berlabel Nokia, dua kali juga menggunakan produk Nokia untuk CDMA yang berakhir dengan rusak dan tidak melanjutkan lagi menggunakan CDMA. Setelah dua kali menggunakan [masing-masing untuk GSM dan CDMA], saya pun beralih pada produk lain. Sempat sekali menggunakan Sony Vaio tapi hilang dalam perjalanan Surabaya – Banyuwangi. Berhubung untuk beli Vaio sudah cukup over budget tapi menikmati gak sampai 3 bulan, jadilah saya beli HP Second Motorola V3 di tahun 2009 yang masih bertahan sampai sekarang. Ada juga produk Nexian yang saat ini track ball-nya macet sehingga saya pasifkan. Untuk jenis HP yang layak di sebut gadget yang saya miliki sekarang ya Sony Experia hasil tukar tambah dari Ipod hadiah dari VOA sewaktu ikut lomba blog menang sebagai juara kedua untuk postingan Budidaya Ikan: Solusi untuk musim paceklik dan over fishing

Wah, kok Cerita Cinta Ceria Hp Pertama ini semakin nglantur ya? Summary-nya, cerita HP pertama saya memang membawa cerita cinta ceria karena bisa saya estafetkan sampai ke user yang ke-empat dan mampu bertahan hingga sekitar satu dasa warsa. Bagaimana cerita Anda dengan HP pertama yang pernah dimiliki? Tentunya juga ada warna cinta cerianya ya kan?


Demikianlah, Cerita Cinta Ceria Hp Pertama ini diikutkan dalam 

6 comments:

  1. Replies
    1. Iya mbak, sangat bandel...asyiikk

      Delete
  2. samaa.. hape pertama ma keduaku Nokia jg :D

    ReplyDelete
  3. Iyaa ... hape-hape kita memang bisa cerita tentang masa lalu kita - sayang dia benda 'bisu eh, mati yg bisa berkomunikasikan kita dgn orang lain .. Nice :)

    Oo ya mohon mampir ya :
    http://omman.blogdetik.com/2014/05/25/on-off-on-off/

    http://omman.blogdetik.com/2014/05/29/buka-hutan/




    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, benda 'hidup' kan klo btrynya gak habis

      Delete

Berkomentar ataupun silent reader, tetap terima kasih telah singgah di Serat Pelangi. Tapi harap maklum jika komentar bersifat SPAM atau mengandung link hidup tidak akan dipublish ya...So, be wise and friendly.