Let’s Unfollow Under Estimate

Dengan Bismillahirrahmaanirrahiim mencoba ikut sharing kisah, tepatnya my true story several years ago yang related dengan tema Jambora On the Blogcamp: Sikap underestimate yang merugikan dimana Sikap under estimate terhadap kemampuan diri sendiri sesungguhnya merugikan karena bisa mengakibatkan hilangnya kesempatan dalam banyak hal. Dengan narasi yang senada: You’ll never know until You try it atau yang sering saya baca : Menyerah kalah sebelum terjun ke medan pertempuran. Pernah saya bilang pada seseorang, kenapa tidak mencari tahu dulu akan seperti apa hasilnya daripada membuat kesimpulan tanpa melakukan apa-apa. Akan jauh lebih membahagiakan [tidak penasaran] jika kita sudah berusaha meskipun hasilnya belum seperti yang diharapkan. 

Dan jika diperhatikan memang statement atau sikap yang bernada under estimate sering terjadi di sekitar kita. Dan yang bikin emosi level dewa manakala jika belum selesai kalimat diucapkan langsung direspon secara straight to the point dengan satu kalimat “ Aku tidak bisa !”. Jika sudah seperti ini, kadang saya menjadi orang yang SARA [baca: straight academic rapit alert] pada orang-orang yang jelas welcome educated dan sinkron disiplin ilmunya dengan segmentasi yang sedang di-floor-kan. Lha ilmu ghaib saja bisa dipelajari, apalagi hal-hal yang katon ~ terlihat, referensinya ada, yang dimintai advise juga available, gugling juga mudah....etc.


Keep on movin and skip ‘mereview’ orang lain, karena saya juga pernah bersikap under estimate pada diri saya sendiri [semoga saya bisa under control untuk TIDAK under estimate pada kemampuan orang lain] salah satunya adalah saat menjelang test masuk ke kuliah. Saya yang nota bene tidak pernah mengikuti bimbel dan beberapa aspek lainnya yang tidak cooperative ‘membuat’ saya di hinggapi rasa keder alias nyali ciut melanjutkan langkah kaki ke jenjang perguruan tinggi. Dan seolah tahu akan keraguan saya, salah satu Guru SMA saya saat itu mensupport saya untuk ikut test PTN dengan mantra Man Jadda wa Jadda tapi dalam versi beliau, “Yang penting kamu persiapkan diri semaksimal mungkin untuk ikut ujiannya dulu..urusan bagaimana nanti InsyaAllah akan ada jalan yang terbuka untukmu” demikian Pak Sri Ngesti meyakinkan saya. Dan beliau benar adanya, dengan segenap persiapan saya berlatih kumpulan soal-soal mulai era saya belum lahir, Alhamdulillah saya bisa diterima di PTN tersebut dan kondisi yang sebelumnya tidak cooperative untuk stand up di bangku kuliah, step by step bisa saya adjust menjadi friendly.

Sikap under estimate [lainnya] yang pernah crowded saya alami lagi kala jelang ujian Tugas Akhir. Saya yang kala itu mengambil judul “Pembuatan Ethylene Dichloride dari bahan Ethylene dan Chloride dengan Proses Chlorinasi Langsung” sangat kelabakan saat dosen pembimbing meng’eksekusi jika saya harus maju sidang sesuai jadwal yang kurang dari 2 bulan [sebelumnya saya sudah menyatakan mundur dan akan ikut sidang pada semester berikutnya]. Alasan saya karena dengan sisa waktu tersebut saya anggap time space-nya kurang, karena proses pengerjaan saya baru selesai sekitar 40% dan jenis perusahaan tersebut saat itu belum ada di Indonesia sehingga saya harus mengandalkan studi literatur dari buku-buku perpustakaan [akses internet masih barang yang langka]. Sebenarnya kesulitan saya bukan pada literature-nya, toh stock buku-buku engineering tersedia dengan lengkap. Yang bikin head ache dan membuat saya memutuskan untuk delay maju sidang adalah menuangkan isi buku dalam draft Tugas Akhir saya yang berbasis raw material berfasa gas dengan tenggang waktu tak lebih dari 2 bulan! “ Yang penting kamu kerjakan..selesaikan sebisamu...urusan lulus atau tidak..itu nanti!” sekali lagi saya mendapatkan injeksi mantra Man Jadda wa Jadda dan singkat cerita saya memang ‘terpaksa’ maju sidang sesuai jadwal dan Alhamdulillah lulus meski tidak mendapat nilai A.

Jadi memang benar adanya bahwa there is good will then there is a way, under estimate akan kemampuan diri memang wajar dan manusiawi kok. Yang tidak wajar dan MERUGIKAN jika hal tersebut dipelihara dan dijadikan dogma setiap kali berhadapan dengan suatu tantangan/kesulitan. So, Let's unfollow under estimate


Do your best, Let GOD take the rest
and no matter the result it will be the best..
Even if you failed, you’re still the winner of your self



Artikel  ini untuk menanggapi artikel BlogCamp berjudul
Sikap underestimate yang merugikan tanggal 13 Juni 2012

31 comments:

  1. suka deh dg tulisan pembangkit semangat ini....sukses dan mg menang ya cyiiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ma kasiiihh Mbak...sukses juga utk Mimi yaa

      Delete
  2. Pengalaman yang seru dan tentunya pada saat mengalaminya cukup mengaduk2 perasaan... Semoga menang yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada saat mengalaminya, sempat dilematis juga mbak. Alhamdulillah teman-teman pada banyak yg bantuinn ngetik dan minjami kompi plus printer tanpa batas...Amiin..sukses juga utk mbak NIken

      Delete
  3. wow keren mbak rie, bikin semangat...... gud lack yaa mbak rie :D

    OOT : jaringannya udah oke lagi neh mbak rie?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sampai semalam masih eror koneksinya dan Alhamdulillah kemarin extra sabar tekan tombol publish hingga akhirnya bisa deh mengudara postingannya

      Delete
  4. Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi anda.
    Salam hangat dari Surabaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakdhe yang humble..
      Terima kasih sudah di terima pendaftarannya, padahal awalnya saya gak merhatiin tentang detail yg harus minimal 25 postingan terpublish..

      Salam ukhuwah semua keluarga di Surabaya

      Delete
  5. Replies
    1. do the best..Let GOD take the rest...

      Delete
  6. mmmm jadi ingat waktu kuliah dulu......menyusun skrpsi.. kurang lebih sama kasusnya...tenggat wktu yg mepet

    ReplyDelete
  7. Under estimate baik pd diri sendiri maupun orang lain sifatnya tak membangun. Jd mari kita unfriends mereka. Sukses ngontesnya Mb Ririe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha..unfollow and Unfriend under estimate/over estimate/wrong estimate...sukses juga utk Mbak Evie ya..

      Delete
  8. yang penting berusaha dulu ya, Insya Allah hasil akhirnya akan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup...let's fight untill the end..#semangat kemerdekaan

      Delete
  9. wah Blogcap, belum pernah ikut, pasti seru nih...
    kunjungan perdana dirumah kedua hehe..peace

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasihh atas singgahnya di sini..hehehe, mulai mengaktifkan blog yang serat pelangi ini

      Delete
  10. I always do my best... :)

    Gudlak ngontesnya, Jeng... Aku masih nunggu kereta betikutnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yayaya..ma aksih Mbak. Pas kemarin baca entry-nya dan pas ada raw materialnya..jd langsung ikutan. Semoga kereta yag di tunggu segera datang yang pas ya MBak:)

      Delete
  11. Nah...ini dia post yang kumplit! Semoga sukses di kontesnya ya..
    Oya, alhamdulillah nyampe juga di sini, krna saat mengikuti jejakmu di tempatku kemarin, nyasarnya ke Mega Site of Bible Prophecy and Information...jadi bingung mo komen apaan, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mega Site of Bible Prophecy and Information? Hahh, apaan itu ya? Terima kasih sudah sampai di sini ya, semoga sukses juga buat dirimu...

      Delete
  12. wih, pengalaman yang bisa membangun nih mbak
    dan semoga sukses yah untuk kontesnya
    :berdoa

    ReplyDelete
  13. bener2 kompliit..
    celingak celinguk..
    Bingung rumahnya baru ya?

    ReplyDelete
  14. wew keren bgt artikel nya, membangkitkan semangat....^_^

    ReplyDelete
  15. Some of the Oakley stores in Toronto and GTA are located at Toronto Eaton Centre, Vaughan Mills Mall, 383 Queen Street West. For an Oakley store in your area, please check the store locator on Oakley.com.Look at a photograph of Lance Armstrong http://www.warbyparkersunglasshut.com racing and what do you see on his face? Oakley Sunglasses. And most of the time they are Oakley Jawbones in Armstrong’s own LIVESTONG yellow and black color scheme. Obviously, their claim to fame is the unique “Switchlock Technology,” making lens changes fast and easy. But, I’m not a sunglass hut fan of clever names for things that don’t really need clever names.Basically, there are two hinges at the bottom corners of the frame that allow the bottom section of the frame to open. The locking mechanisms are the nose pads that lift up for opening and snap down to oakley store close. Quite simple and effective.
    For those extreme outdoors men and women, Under Armour has created an ArmourSight lens that is 10 times stronger than the polycarbonate lens found in other sunglasses and has an additional edge-to edge 20% increase of peripheral vision protection.Each UA Storm lens has a oakleys cheap “Hydrophobic” (water-repellant and oil-repellant) coating that has been applied to the outer surface of the lens in order to repel water, dust, oil, and dirt. This coating gives these sunglass lenses a significant improvement of their ability to keep the lenses clean. This coating also helps make cleaning easy,

    ReplyDelete

Berkomentar ataupun silent reader, tetap terima kasih telah singgah di Serat Pelangi. Tapi harap maklum jika komentar bersifat SPAM atau mengandung link hidup tidak akan dipublish ya...So, be wise and friendly.